Nokia E7 generasi terbaru seri Communicator

18 04 2011

Kehadiran Nokia E7, generasi terbaru seri Communicator, jauh dari gegap gempita. Penjualan perdana ponsel cerdas Symbian 3 itu tak sampai menimbulkan kehebohan masal. Sangat kontras kalau dibandingkan saat Nokia E90, 9500, dan aneka tipe Communicator sebelumnya menghampiri pasar.

Bodi E7 terbuat dari alumunium. Tampilan fisiknya terkesan kuat, elegan, dan mewah. Sehingga, tak berlebihan rasanya bila Nokia menyebut E7 sebagai the new stylish Communicator. Sama dengan Nokia N8, sebuah baterai lithium berkapasitas 1.200 mAh ditanamkan ke dalam bodi peranti itu.

E7 memanfaatkan layar sentuh kapasitif berukuran empat inci. Layar AMOLED beresolusi 640 x 360 piksel tersebut mampu menyajikan hingga 16 juta warna. Tampilan layar terlihat tajam. Kala sedang mengamati suatu foto, pengguna bisa “mencubit” layar untuk memperbesar atau memperkecil tampilan.

Untuk mencegah layar tak sengaja tertekan, di kiri bodi terdapat tombol pengunci. Ia sekaligus berfungsi sebagai saklar lampu senter. Caranya, saat ponsel berada di home screen, geserlah tombol pengunci ke bawah. Tahan selama beberapa detik. Maka, lampu LED putih di belakang E7 bakal menyala.

Bila layar digeser, spontan terlihat sebuah qwerty keyboard. Papan ketik itu sangat ergonomis, bahkan untuk pengguna berjari tangan besar. Kebetulan penulis telah mencoba seluruh tipe Communicator yang pernah dihadirkan Nokia. Menurut penulis, papan ketik E7 adalah yang paling nyaman. Ia juga lebih enak bila diadu dengan beragam ponsel Nokia yang dilengkapi qwerty sliding keyboard. Misalnya, E75, N97, N97 mini, N900, dan 6760 Slide.

Kamera utama E7 beresolusi delapan megapiksel dan dilengkapi lampu kilat LED ganda. Pada pemotretan jarak menengah dan jauh, ia sanggup menghasilkan foto yang cukup bagus. Namun, kamera fixed focus itu kurang andal untuk pemotretan jarak dekat. Misalnya, mengabadikan sepiring nasi gudeg dan segelas es dawet. Bila difungsikan sebagai perekam video, kamera tersebut mampu memproduksi file video high definition 720p.

GPS terintegrasi, Wi-Fi, bluetooth, USB On-the-Go, dan mendukung layanan HSDPA 10,2 Mbps merupakan sebagian spesifikasi lain E7. Aplikasi F-Secure Anti-Theft telah diinstalasikan ke peranti berdimensi fisik 12,4 x 6,2 x 1,4 cm dan berat 175 gram itu.

Ruang penyimpanan E7 terdiri atas memori telepon hingga 350 MB dan memori masal (mass memory) berkapasitas 16 GB. Nokia mungkin menganggap daya tampung tersebut telah memadai. Sehingga, mereka tidak menyediakan slot microSD. Sebagai penghubung charger dan kabel data, di sisi atas E7 tersedia konektor micro USB. Di sisi yang sama terdapat konektor HDMI dan konektor audio 3,5 mm

Beberapa aplikasi mampu dijalankan sekaligus oleh peranti berprosesor 680 MHz itu. Saran penulis, agar respons ponsel tidak melambat signifikan, pengguna sebaiknya tidak membuka lebih dari lima aplikasi secara bersamaan.

Dengan memperhatikan spesifikasi, kinerja, dan citra yang ingin dipertahankan, harga pasar E7 yang berkisar Rp 5,94 juta masih pantas disebut wajar. Masalahnya, buat sebagian penggemar gadget, Communicator dan sistem operasi Symbian adalah representasi masa lalu. Sanggupkah Nokia mendobraknya?
 
Bila Tertinggal, Kirimkan SMS

Nokia E7 bukan kantong sakti Doraemon yang mampu memenuhi segala kebutuhan pemiliknya. Namun, untuk berbagai aktivitas, pengguna sebenarnya cukup membawa ponsel cerdas itu ke mana pun pergi. Seperti apa implementasinya? Penulis berikan sebuah contoh.

Dalam perjalanan menghadiri sebuah acara, penulis baru sadar kalau E7 ternyata tidak ada di saku. Hmm… tertinggal di rumah atau kantor ya? Dengan menggunakan ponsel lain, penulis mengirimkan SMS ke nomor yang siaga di E7. Aplikasi F-Secure Anti-Theft merespons dengan mengunci ponsel plus menginformasikan sebuah link Google Maps.

Link atau tautan itu penulis buka. Sebuah peta tersaji di layar ponsel. Oh, ternyata E7 tertinggal di rumah. Karena waktu masih memungkinkan, mampir dulu ke rumah deh. Selanjutnya, baru meluncur ke lokasi acara yang berada di sebuah mal.

Kelar mengikuti acara, dalam perjalanan ke area parkir penulis berjumpa teman SMA. Kepulangan ditunda. Penulis dan teman yang telah 15 tahun tak bersua itu memutuskan mengobrol dulu di sebuah kafe.

Teman lama tersebut kini memiliki sebuah toko roti. Siang itu ia ke mal karena telah menjadwalkan pertemuan dengan account executive sebuah media terkemuka. Ia hendak memasang sebuah pariwara. “Sekarang kamu nulis-nulis di koran kan? Aku masih kurang sreg dengan naskah iklanku. Bisa dilihatin?” tanyanya.

Dengan memanfaatkan fitur USB On-the-Go di E7, penulis mengakses file Microsoft Word di USB flash disk yang disodorkan teman itu. Aplikasi Quickoffice digunakan untuk membuka dan menyunting konsep pariwara yang telah dibuat. Dalam hitungan menit, konsep pariwara itu selesai disempurnakan.

Eh, ada tujuh e-mail baru. Satu di antaranya berisi siaran pers peluncuran ponsel terbaru yang disimpan dalam format PDF. Dilampirkan pula sebuah materi presentasi yang lebih detil. Siaran pers penulis baca memakai aplikasi Adobe PDF, sedangkan materi presentasi diakses menggunakan Quickoffice.

Satu jam lagi penulis harus menemui seseorang di jalan Sapudi, Surabaya. Ancar-ancarnya di sekitar Kayun. Namun, tepatnya di mana ya? Ovi Maps penulis buka. Geser kiri-kanan dan zoom, oh… rupanya jalan Sapudi merupakan jalan kecil yang menembus jalan Sumatera dan Irian Barat.
 sumber Herry SW

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: